Beranda > opini dan kritik > Fenomena Menjelang dan Saat Lebaran di Indonesia

Fenomena Menjelang dan Saat Lebaran di Indonesia

Selamat Hari raya Iedul Fitri 1346 H. Pertama tama saya ingin meminta maaf lahir dan batin untuk yang sempat membaca tulisan ini.

Hmm.. Lebaran telah tiba..lebaran telah tiba.. Banyak fenomena dan perubahan yang terjadi dari masa ke masa generasi ke generasi saat lebaran. Apa saja, mari kita simak bersama sama :

*MENJELANG LEBARAN*

1. Menjelang H-7 lebaran, kita pasti sering menemui fenomena mushola dan masjid yang jamaahnya berkurang secara signifikan. Ini terjadi karena banyak yang “Bingung” mau belanja baju, sepatu, sandal, dan celana baru untuk lebaran nanti. Padahal dalam hadist, nabi Muhammad saw menganjurkan untuk menggunakan pakaian terbaik bukan yang terbaru. Coba direnungkan lagiπŸ˜€

2. Menjelang hari raya Idul fitri, banyak sekali Segerombolan anak muda mulai dari anak SMP,SMA, kuliahan, dan alumni serta para sosialita gencar reservasi tempat restoran, cafe, warung, dan lain sebagainya untuk berbuka bersama. Tujuannya simpel, makan bareng terus foto foto, terus di upload di berbagai media sosial. Lihat kita masih eksis!! Lihat kita seneng seneng bareng. Ujung-ujungnya adalah mereka tertanyata tak sadar dengan kesenangan, dan melupakan kewajiban mereka untuk sholat tarawih. Ehh Boro boro sholat tarawih, Sholat maghrib pun akan diacuhkan demi berkumpul dan tertawa bareng bareng. Jadi, buka bersama atau dosa bersama? think again.

3. Hmm yang ini memang agak kontroversial, Ada yang setuju dengan pendapat saya atau kontra silahkan. Menjelang lebaran banyak para komunitas atau organisasi berkumpul atau sekarang istilahnya meet up. Tujuannya adalah untuk buka bersama dan bagi takjil. Nah bagi takjil ini yang menurut saya menjadi trend dan wadah eksis bagi para komunitas atau member. Yang membuat saya pribadi kurang setuju adalah tentang cara pembagiannya yang terkesan ngawur dan tanpa sasaran yang jelas. Mereka membagikan kepada para pengendara motor di traffic light yang sebagian besar adalah para warga lokal yang sebenarnya mampu. Saya lebih setuju apabila dibagikan di sekitar stasiun atau terminal yang notabene banyak musafir yang tidak sempat berbuka. Tapi kontranya ada yang bilang membagi takjil tidaklah dibatasi bagi orang fakir, tujuannya adalah membantu orang membatalkan puasa tanpa memandang statusnya. Ini memang benar, tapi apa tidak lebih efektif apabila dibagikan kepada orang yang lebih membutuhkan? Hmm.. bagaimana pendapat anda? choose your own argument πŸ™‚

4. Ketika menjelang lebaran tiba, pasti di semua kota di seluruh Indonesia kebanjiran para bisnisman baru. Yaitu Jasa penukaran uang baru. Yah, salah kaprah memang (menurut saya, padahal saya kadang juga tuker wkwk). Bagaimana dahulunya sejarahnya? saya juga kurang paham, namun yang jelas bagi bagi uang ini sebenarnya adalah tradisi untuk berbagi rezeki untuk anak anak kecil, nah agar lebih excited maka bentuk uangnya ditukar dengan tampilan yang baru atau griss. Padahal sebenarnya berbagi rezeki tidak harus dengan uang baru, namun nominal dan keikhlasannya dalam memberi. Betul gak? CMIIW.

5. Nyekar. Ini juga merupakan tradisi sejak dulu, tidak memandang aliran anda. Yang jelas tradisi berkunjung ke makam orang tua atau yang sudah mendahului kita adalah wajib bagi saudara atau kerabat. Filosofinya adalah kita tidak kontan bersenang senang ketika lebaran tapi juga mengingat orang-orang yang sudah mendahului kita. Tentang bunga yang biasanya kita bawa itu juga merupakan tradisi, bahwa di makam itu sudah dikunjungi keluarganya. Jadi berhenti berpikir bahwa itu adalah tindakan musyrik.

*SAAT LEBARAN*

image

1. Ucapan selamat lebaran. Menjelang lebaran atau saat lebaran. fenomena saat ini, Kita selalu berlomba lomba mengucapkan “Selamat Idul Fitri” kepada setiap orang yang kita kenal. Yang menjadikan kita fitri adalah karena kita bersilaturahim ke setiap orang yang kita kenal, keluarga, tetangga, teman, kerabat, famili sehingga dapat menghapus semua kesalahan kita. Namun apa yang terjadi saat ini? Dari generasi ke generasi selalu mengalami kemunduran, dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan cara mengucapkan dan bersilaturahim. Seperti contoh gambar screenshoot saya diatas. Jaman dahulu kita bersilaturahmi langsung ke orang yang bersangkutan. Namun seiring perkembangan teknologi, kehangatan itu terpupus dan terpotong oleh sebuah kecanggihan teknologi. Sangat disayangkan ketika meminta maaf jaman sekarang hanya menggunakan broadcast BBM message,  diibaratkan ketika kalian mempunyai tetangga yang saling berdekatan, kalian hanya mengucapkannya menggunakan TOA mushola ke seluruh tetangga. Padahal kalian bisa berkunjung ke setiap rumah mengetuk pintunya satu persatu dan berjabat tangan langsung. Sangat beda kan? Apakah kalian salah satunya??  think again.

2. Cuti lebaran dan Wisata. Masih inget gak kejadian Longsornya pemandian di  Pacet Mojokerto Jawa Timur sekitar tahun 2003 silam. Itu adalah hari dan momen lebaran. Coba kalian amati sekarang, banyak sekali wisata wisata seperti ancol, taman safari, kebun binatang, pantai pantai, selalu lebih ramai 200% dibanding hari hari libur biasa. Ini menjadi kontroversi, namun menurut saya pribadi ini adalah salah kaprah pemikiran orang-orang Indonesia. Adanya cuti bersama, adalah waktu libur yang diberikan pemerintah agar para pegawai dapat menyelesaikan waktunya untuk bersilaturahim bersama semua keluarga dan kerabatnya. Mari berkunjung dan prioritaskan terlebih dahuli silaturahim ke saudara saudara, saudara jauh, tetangga, teman, atasan, dan kerabat lain baru memikirkan bonus sebuah tempat wisata. Yah tidak bisa berkomentar dan berpendapat lagi kalau yang diberikan masukan menyangkal, ini hari gue ini uang gue ini waktu gue kenapa loe yang repot.πŸ˜€

Yah itulah beberapa pemikiran saya tentang Hari raya Idul Fitri kali ini di tahun 2015. Kalau ada masukan, kritikan, koreksi, sanggahan, argumentasi, atau mungkin tambahan yang lain ditunggu di sudut komentar. Bebas, asal sopan dan tidak berbau SARA. terima kasih sudah mau membaca tulisan membosankan dar saya.

Follow me : @pyok89
instagram : pyok
Line : ardhiansyah rozaki
wa : 08973123656

  1. Juli 19, 2015 pukul 7:10 pm

    Nice share….by pengalaman banget postingannya. Itu profil facebook..( Chief Executive Officer PT semua abadi untuk selamanya haha *ngakak*

    • pyok
      Juli 19, 2015 pukul 7:13 pm

      hahaha tentang unek unek selama ini nyha wkwkwkw.. pasti kan ada perubahan dan update selanjutnya. keep posting aja hihihi…

      masalah profil facebook itu ditambahkan sewaktu masih alay. ups hahaha

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: