Beranda > Film > Review Film “Whiplash” (2014) – Perjuangan keras seorang drummer orchestra

Review Film “Whiplash” (2014) – Perjuangan keras seorang drummer orchestra

Mengharukan, menegangkan, mencekam, penuh jeritan hati. itulah gambaran yang bisa saya jelaskan setelah menonton film ini. Mempunyai rating 8,3 di imdb.com menjadi salah satu acuan kenapa film ini layak dan pantas untuk ditonton agar bisa mempunyai semangat yang lebih keras menggapai cita cita. Berikut sedikit sinopsis dari film ini :

Neyman, adalah pria berumur 19 tahun yang sejak kecil bercita-cita, berambisi, dan bersemangat untuk menjadi seorang drummer dalam sebuah group jazz. Semua dinding kamarnya dipenuhi dengan artis drummer terkenal favoritnya. Suatu saat, dirinya mengikuti seleksi pemain pengganti drummer sebuah band Jazz terkenal di kotanya, diapun lolos berkat usahanya. Namun, ketika sudah mulai bergabung, tekanan demi tekanan dari Dirigen (pemimpin orchestra) bernama fletcher yang dengan keras dan disiplin menekan setiap pemainnya. Diapun terkena imbasnya sehingga diapun hampir putus asa untuk mengikutinya.
Dia kemudian berlatih sendiri dengan sangat keras hingga tangannya berdarah agar tetap bertahan menjadi pemain inti. Pada saat mengikuti perlombaan, dia terlambat karena kecelakaan dan dia tetap bersikeras untuk mengikutinya dengan kondisi yang tidak memungkinkan, sekali lagi fletcher sang dirigen menjatuhkan dirinya didepan orang banyak. Sejak saat itu dia berhenti total menjadi drummer dan menjalani kehidupan normal.
Sampai suatu saat Neyman tidak sengaja bertemu dengan Fletcher di sebuah klub dan kembali menjadi teman yang akrab. Di suatu perbincangannya, Fletcher mengungkapkan bahwa dirinya tidak bermaksud membuat para anggota band nya merasa tertekan dan terbebani. Fletcher menceritakan seorang musikal legendaris yang sukses berawal dari tragedi dirinya dipermalukan dan ditertawakan oleh penonton sehingga dirinya termotivasi untuk terus berlatih dan berusaha hingga sukses. Fletcher juga mengungkapkan bahwa ada 2 kata dalam kamus bahasa inggris yang paling berbahaya, yaitu kata “good” dan kata “job” sehingga ketika digabung menjadi kata “good job” yang berarti bagus dan pujian bagi orang yang sedang berusaha sehingga mereka merasa perjuangannya sudah berhasil dan tidak bisa melampaui batas kemampuannya yang super dan maksimal. Singkat cerita, Neyman diundang kembali oleh Fletcher untuk bergabung kembali menjadi drummer di sebuah festival besar. Namun, saat akan memulai pertunjukan, Fletcher kembali mengejutkan untuk mengecewakan Neyman sehingga dia dipermalukan didepan banyak orang, dengan langkah gontai dia pergi dari panggung dan memeluk ayahnya, namun dia kembali teringat Fletcher bahwa dari tragedi besar itulah dia harus bisa membuktikan kehebatan yang sesungguhnya, dan dia melakukan sesuatu diluar batas kemampuannya, yang akhirnya menjadi pujian tesendiri bagi fletcher. ~The End~

Pesan dan motivasi yang dapat diambil dari Film ini adalah, jangan pernah berhenti berjuang hingga kapanpun, jangan pernah dengarkan tekanan dan ejekan orang lain, bahkan pujian orang lain yang dapat membuatmu puas diri dan berhenti berjuang sebelum kamu benar benar berhasil mencapai cita-citamu.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: