Beranda > Sepenggal Kata > Apa yang kuingat tentang Ayah

Apa yang kuingat tentang Ayah

Apa yang kuingat tentang ayah, adalah manis ketika apa yang tiba – tiba tersadar terpikirkan mengingat dulu yang pernah kulakukan bersama ayah.

aku biasa memanggil bapak sebenarnya, panggilan yang mulia untuk seorang ayah penuh ketegaran, kesabaran, dan ketegasan. tulisan ini aku persembahkan untuk Bapak tercinta, karena tak terasa sudah lebih dari 3 x 365 hari (1000 hari) sejak kepergian beliau tanpa sedikitpun meninggalkan pesan, amanat, dan isyarat terakhir sebelum beliau wafat.

banyak yang saya pelajari dari bapak, karena tak terasa itu sudah menjadi insting untuk mengikuti beliau. Berikut ini adalah tulisan beberapa momen momen yang selalu saya ingat ketika tak sengaja mengingat.

1. Umurku masih 4-5 tahun, aku suka sekali bersepeda, waktu itu masih pakai roda 3 di belakang. Pagi itu bapak mencopot bantuan roda 3 dibelakang, lalu mengajarkan aku belajar, braaaakkkkk.. jatuuh dan sakit. Besoknya saya mencoba sendiri, ehh bisa. Bapak mengajarkan aku untuk berani mengambil resiko agar tau apa yang lebih baik didepan.
2. Waktu itu umurku masih 6 tahun, menjelang masuk sekolah SD. Waktu minggu pagi, saya dan kakak saya restya diajak bersepeda ontel. saya dibonceng dibelakang. Ditengah jalan, tepatnya didepan gedung bakorwil bojonegoro sekarang, berpapasan dengan teman kantor beliau, “Apa kabar?” itu kata pertama yang pernah kudengar, lalu spontan aku tanya bapak, apa itu artinya apa kabar? beliau menjawab, itu artinya menanyakan keadaan orang lain nak. Oooohhh (meskipun sambil melongo dengan melongo seolah paham padahal belom ngeh). Bapak mengajarkan aku untuk peduli kepada orang lain.

 

3. Kelas 1 SD, rasa ingin tahu sangat tinggi. waktu itu aku dan bapak duduk di teras menikmati hujan yang sangat deras seusai sholat maghrib. Aku bertanya bagaimana hujan bisa terjadi, beliau tak lantas langsung menjawab pertanyaanku. Melainkan menyuruhku untuk melihat ibuku tercinta Uminingsih membuatkan wedang teh ketika pagi. esoknya aku mendampingi ibuku, dan memberikan wedang kepada ayah  bapak kemudian mengambil tutup wedang digelas, kemudian sisa uap air panas diketukkan kebawah, tuh airnya jatuh  begitu juga dengan hujan. Ohhhh gituuuu, akhirnya sejak saat itu aku paham betul proses terjadinya hujan. Bapak mengajarkan bagaimana untuk belajar dan menjelaskan ilmu yang didapat dengan baik dan mudah sehingga bisa digunakan dan dipahami orang lain

 

4. awal SD, tahun 1996 an saya sangat suka dengan wayang kulit. Tak tahu kenapa, ceritanya unik, bapak selalu menjelaskan setiap tokoh pewayangan satu persatu. Terkadang yang membuat kangen adalah cara bapak membangunkan aku ditengah malam hanya untuk melihat wayang kulit live di televisi indosiar setiap malam minggu. Cara membangunkan beliau, dengan membuka pintu perlahan lahan bahkan sangat perlahan takut mengganggu tidurku, dengan sapuan tangan yang lembut di kakiku, aku pun tersadar dari tidur. Meskipun aku waktu itu tak bangun bapak tak pernah memaksa dan kembali menutup pintu secara perlahan. Bapak mengajarkanku untuk tidak mengusik dan mengganggu orang lain, baiklah kepada setiap orang.

 

5. Umurku sudah 10 tahun, setiap malam minggu bapak selalu mengajakku untuk jalan jalan di malam minggu. Bapak selalu mengajakku di alun-alun hanya sekedar melihat lihat keramaian orang berjualan, waktu itu pusat keramaian ada di tengah, orang berjualan seperti pasar malam. Waktu itu musim celana kempol (banyak sakunya) dan yang paling booming waktu itu adalah Group band Dewa. Saya sangat mengidamkan kaos Dewa yang berlogo hati dengan 2 sayap di kanan kirinya. ketika langkah saya berhenti di penjual kaos, bapak langsung menawarkan kepada saya, apakah mau dengan kaos itu. Akhirnya kaos itupun jadi milikq. Sederhana memang  tapi bagiku itu sebuah keistimewaan.
Bapak mengajarkan bagaimana menyenangkan orang lain dan ikhlas berbuat sesuatu kepada orang lain.

itu adalah beberapa kisah, yang saya alami bersama Bapak. Kedepan saya akan selalu update kisah maupun memory saya bersama bapak.

Selamat beristirahat dengan tenang bapak. Kesederhanaan, ketegasan, kepemimpinan, dan kesayanganmu lah yang membuat anakmu ini selalu terkesan. engkau selalu di hati kami semua.

 

*Tulisan untuk Bapak* Bojonegoro,28 April 2014

@pyok89

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: