Beranda > Sepenggal Kata > Renungan – Perempuan Kecil dan Sahabatnya

Renungan – Perempuan Kecil dan Sahabatnya

Tulisan kali ini, bukan tentang motivasi. Tetapi tentang renungan. Ternyata masih banyak jiwa jiwa polos yang berhati mulia. Tanpa kita sadari, teknologi atau kecanggihan modern ini mengubah sifat, watak kita sebagai seorang manusia.

Seorang perempuan kecil, terlihat menuntun sepedanya seusai pulang sekolah. Masih berpakaian seragam putih dan rok warna merah, dirinya menuntun sepedanya meskipun jalan menuju rumahnya masih jauh. Disebelahnya ada teman sekolahnya yang juga memakai seragam yang sama. Berjalan beriringan tanpa mempedulikan jarak, cuaca panas dan terik tidak menghalangi niat mereka untuk berjalan bersama beriringan.

Apa yang bisa kita ambil dari sekutip cerita diatas?? Akankah anda menyadarinya??

Perempuan kecil itu punya jiwa simpati yang luar biasa, meskipun dirinya membawa sepeda, dia tidak melupakan sahabatnya yang berjalan. Dirinya lebih memilih untuk turun dari sepedanya dan menuntun hanya untuk berjalan bersama seolah olah tidak ingin meninggalkan temannya sendirian di belakang. Sebaliknya temannya tidak memaksa untuk membonceng temannya yang bersepeda, dia lebih memilih berjalan saja dan tidak ingin menjadi beban temannya yang punya sepeda.

Bagaimana dengan kita? apakah kita juga punya jiwa jiwa yang mulia seperti ini? Meskipun ada, tapi saya rasa memang sudah melemah. Rasa persaudaraan dan persahabatan sekarang seakan akan telah menghilang seiring kecanggihan teknologi yang semakin modern. Dulu, ketika ingin bermain dengan teman sekolah selalu mampir dan mencari di rumah teman yang bersangkutan. Bertanya dengan sopan, mencari, dan menyelesaikan masalah dengan baik. TETAPI jaman sekarang, boro boro mau main kerumah teman sms dulu, kadang kadang kita menemukan teman yang sudah berada di depan rumah, memilih untuk SMS ataupun telepon hanya menanyakan teman ada dimana dan memberitahukan posisi kita didepan rumah. Itu sebenarnya tidak sopan, tapi ini adalah fakta terkadang sopan santun kalah dengan teknologi. Belum lagi ketika Hari raya Lebaran, zaman dahulu sewaktu saya kecil. Hari raya selalu berkunjung kerumah rumah tetangga, saudara, saudara jauh, ataupun teman. Namun sekarang seiring dengan kecanggihan teknologi. Minta maaf cukup dengan buka HP, SMS, BBM, Whatsapp, bahkan kirim Wall, buat Foto lalu di tag ke semua teman yang ada disana. COBA KITA RENUNGKAN!!🙂

Jangan lupa follow account saya :

– Twitter : @pyok89
– Whatsapp : 08973123656

  1. Februari 27, 2014 pukul 4:11 pm

    Renungan yang sangat menarik.
    Salam kenal ya🙂

    • pyok
      Maret 1, 2014 pukul 8:46 am

      terima kasih gan mau berkunjung di gubug saya.🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: