Beranda > daily actifity, kisah kisah.. > 5 pesan terakhir yang berhasil saya artikan sebelum kepergian beliau.

5 pesan terakhir yang berhasil saya artikan sebelum kepergian beliau.

Yaa.. semuanya begitu mendadak, tak ada yang bisa menolak takdir, itu yang jadi pedoman saya ikhlas dan tabah menerima ini semua. 2 hari sebelum “pergi” beliau memberikan isyarat yang secara logika saya merasakannya namun tak bisa menyadari apa arti firasat tersebut. Sangat cepat dan terasa begitu sebentar mengarungi kehidupan bersama beliau. Baru saja saya ingin membuktikan salah satu dedikasi saya agar beliau dan ibuku bisa tersenyum dengan menunjukkan ijazah SARJANA, namun takdir berkata lain. Ingin sekali membahagiakan dan membuatnya tersenyum, meskipun baru awal saya ingin membuktikan bakti dan kesungguhan saya sebagai seorang anak. Berikut ini beberapa pesan – pesan terakhir yang saya artikan dari beliau :

1. Jam tangan

Sejak saya remaja, saya ingin sekali mempunyai jam tangan, namun keinginan itu tak pernah tersampaikan dan berkali kali saya berpikir untuk apa jam tangan itu. Lambat laun setelah mengetahui bahwa waktu memang sangat penting untuk dihargai, jam tangan menjadi salah satu kewajiban untuk melihat,  memperkirakan dan menganalisa waktu kita. Sekitar 6 bulan yang lalu, ketika pulang ke rumah saya dikagetkan dengan kotak bungkusan berisi jam tangan cokelat merek monol. Senaaaang sekali rasanya, baru beberapa hari yang lalu berangan angan hari itu dapat barang yang diimpikan. Jam itu pemberian ayahanda tercinta, meskipun harganya tidak seberapa, modelnya kuno dan terkesan classic, ada juga yang bilang jam untuk cewek. Tapi saya tidak peduli dengan semua itu, bagi saya fungsi dan arti jam itu yang sangat penting bagi saya. PESAN PERTAMA yang saya dapat setelah mendapatkan jam tangan adalah : “HARGAI WAKTUMU NAK!!”

 

2. Tasbih

Beberapa hari sebelum beliau meninggalkan kita, saya adalah orang yang paling dekat dan sering berinteraksi dengan beliau. Bahkan beliau sempat menanyakan hari wisuda saya, sempat juga bercanda ria, ngobrol basa basi masalah motor, dll. Tapi di sela sela itu, saya tiba – tiba di kalungkan sebuah mini tasbih berbentuk gelang di tangan saya. Tanpa pikir panjang aku menerimanya dengan senyuman dan tak tahu apa maksudnya. Setelah beliau benar – benar meninggalkan kita semua saya baru sadar, bahwa itu adalah pesan terakhir beliau kepada saya untuk terus “BERDZIKIR dan BERDOA kepada ALLAH”. Itulah pesan kedua yang berhasil saya artikan sebelum ditinggalkan beliau.

 

 

 

 

 

 

3. Apel

Disaat yang bersamaan dengan momen momen terakhir, di tengah perbincangan, beliau bercerita tentang binatang peliharaan kesayangannya yaitu burung kenari yang dibeli saat aku masih semester awal perkuliahan. Selanjutnya beliau bercerita bahwa habis membeli apel merah untuk extrafooding bagi burung kenari sebanyak 1 kg. Saat itu saya kaget dan bertanya, kenapa kok banyak banget? Nah saat kejadian itulah aku baru sadar bahwa itu pesan terakhir beliau bahwa : “JAGALAH BINATANG KESAYANGANKU NAK!”. Dengan jumlah apel yang banyak (padahal porsi yang diberikan burung tidak lebih dari 1/4 ukuran apel) mengisyaratkan bahwa saya harus siap dan bersedia menjaga dan memelihara binatang kesayangannya. Itulah pesan ketiga beliau.

 

 

 

 

 

 

4. Menjaga Ibu.

Dua hari sebelum berkunjung di rumah sakit, beliau pernah mengirimkan sms kepada ibu dan bertanya tentang diriku yang sebelumnya balik ke madura untuk mengurus administrasi yudisium. Beliau mengirimkan sms yang berisi kira – kira begini : “Apa ardhy udah ada disampingmu?”. Ibu yang saat membaca berada di sampingku lalu menyuruh aku untuk membalasnya sendiri dengan kata – kataku.  Lalu aku balas dengan penuh perasaan : “Aku sudah di rumah sakit pak, saya akan menemani ibu disini sampai mbak selesai opname”. Namun, pada hari minggu entah kenapa aku ingin sekali memotretnya. Tibalah saat ibu dan bapak untuk di foto, nah dari foto itu dapat diambil arti dan mengisyaratkan bahwa : “JAGALAH IBUMU NAK, SELALU DISAMPINGMU”. Itulah pesan keempat dari beliau yang saya pahami.

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Jangan Lupa Sholat Lima waktu.

Pesan terakhir yang dapat saya tangkap dari hari minggu 7 agustus 2011 adalah saat beliau sehabis membaca koran harian, dan mengeluh kantuk. Jadi saya antar ke ruangan pasien yang tidak dipakai di sebelah ruangan mbak saya. Saya bilang bahwa tidur disini saja karena tidak mungkin ada perawat yang datang dan mengecek ruangan ini. Setelah masuk ruangan, saya bantu untuk naik ke atas tempat tidur pasien (karena tempatnya cukup tinggi). Setelah ngobrol sebentar, beliau bilang untuk minta minyak angin aromatherapy milik ibu. Setelah saya ambilkan, saya keluar dan menutup pintu karena saya juga merasa sangat mengantuk siang itu. Tapi sebelum itu saya bercanda, pak saya foto dulu ya (sambil tertawa cengengesan, karena biasa bercanda dengan beliau). Saya foto dua kali saat beliau sedang tidur di tempat tidur pasien, salah satu foto itu telapak tangan beliau di buka dan membentuk lima jari (seperti orang menyapa). Dari foto itu dapat saya ambil kesimpulan bahwa itu pesan terakhir beliau agar saya tidak meninggalkan sholat 5 waktu. Itulah pesan terakhir yang dapat saya ambil. SELAMAT JALAN AYAHANDA, kau banyak menginspirasi dalam hidupku dahulu, sekarang, dan selanjutnya bahkan selamanya.

  1. Agustus 13, 2011 pukul 10:28 am

    semoga amal ibadahnya di terima di sisiNYA…
    dan yang di tinggalkan selalu tegar dan tabah
    semangat bro….

  2. Agustus 13, 2011 pukul 2:13 pm

    smangat bro semoga beluai di terima disisinya amin

    • pyok
      Agustus 17, 2011 pukul 7:21 am

      oke makasih mas bim🙂

  3. Agustus 14, 2011 pukul 3:25 pm

    Ketika sudah merasa kehilangan berarti kita memang benar-benar pernah memilikinya. Dan ketika kita sudah kehilangan suatu hal maka kita akan senantiasa mengingat selalu kenangan denganya.

    Semoga sukses dan lanjutkan hidup🙂

    • pyok
      Agustus 17, 2011 pukul 7:22 am

      yup mas pakdhe bro, hidup harus terus berjalan.🙂

  4. Btudz
    Desember 3, 2011 pukul 8:11 pm

    Wah aq terharu membaca tulisanmu…. Aq dpat mengambil inti sari dri tulisan ini,. Makasih ya gan..

    • pyok
      Desember 19, 2011 pukul 11:12 am

      iya gan makasih.. ini juga bisa aku ambil hikmahnya seumur hidupku, syukur banget kalo mungkin ada orang lain yang bisa mengambil inti sari dari kisah saya. Terima kasih, pesan saya jagalah kedua orang tua kita dan bahagiakan lah mereka sebelum meninggalkan kita.🙂

  5. najmah hayati
    Januari 21, 2015 pukul 1:22 pm

    airmataku tak dpt ditahan…semoga alm diampuni dosa2nya dan diterima amal ibadahnya dan anak2nya menjadi hamba2 yang taqwa yang dapat senantiasa berdoa untuk kebaikan kedua orang tua…aamiin…..

    • pyok
      Januari 21, 2015 pukul 5:46 pm

      amiiin mbak terima kasih doanya🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: