Beranda > kisah kisah.. > Motivasi Kerja Keras (Review Film Pursuit of Happines)

Motivasi Kerja Keras (Review Film Pursuit of Happines)

Film yang berdurasi 2 jam ini awalnya kelihatan tidak menarik, karena lebih banyak dialog dan adegan adegan yang kurang menarik untuk ditonton. Tapi jika kita menonton lebih cermat dan meresapi, film ini bercerita tentang keteguhan seorang ayah dalam menghidupi keluarganya demi mengejar kebahagiaan. Petaka ini terjadi ketika Chris Gardner yang diperankan oleh Will Smith menikah dengan seorang perempuan bernama Linda, mereka sepakat untuk membeli beberapa alat untuk kedokteran, dan menggantungkan hidupnya dengan menjual kembali alat kedokteran tersebut ke instansi atau rumah sakit yang membutuhkan. Setelah mempunyai anak laki – laki berusia 4 tahun masalah mulai muncul, pajak dan sewa rumah mulai menunggak. Sementara itu dalam sebulan belum 1 alat pun yang berhasil terjual, bahkan suatu ketika alat kedokterannya di curi oleh pengamen jalanan. Terjadilah pertengkaran antara Chris dan Linda karena masalah ekonomi, dan menyebabkan Linda pindah ke New York dan meninggalkan anak beserta suaminya. Masalah mulai timbul lagi saat Chris ditekan oleh pemilik rumah yang ditempatinya agar segera melunasinya. Secara bersamaan dia juga ditahan di penjara selama semalam karena tidak membayar tilang mobilnya. Di lain waktu Chris mencoba melamar pekerjaan di tempat pialang saham, dimana untuk trainingnya dia diharuskan mencari pelanggan sebanyak – banyaknya untuk perusahaannya. Puncak dari cerita ini adalah ketika Chris tidak mempunyai tempat tinggal lagi, bah

kan dia hingga tidur di dalam toilet stasiun bersama anaknya. Menyedihkan memang, tapi kesedihan belum berakhir ketika dia harus berjuang antara pekerjaan, anak, dan tempat tinggal sementaranya. Suatu hari dia menemukan Alat kedokterannya yang hilang, saat dijual alat tersebut rusak sehingga dia harus mengganti beberapa alat agar berfungsi kembali. Terakhir, untuk mengatasi semua itu, dia memutuskan untuk menjual darahnya agar uangnya dapat dibelikan alat untuk memperbaiki alat kedokterannya tersebut. Disinilah titik terang itu kembali bersinar, ketika alat itu berhasil dia jual kembali dan dia juga diterima di perusahaan yang dilamarnya. Selesailah penderitaan Chris dengan usaha dan kerja kerasnya.

HIKMAH DARI FILM INI : Sebagai seorang ayah, kita harus bisa menjadi seorang yang bertanggung jawab, kisah Chris mengajarkan kita untuk terus berjuang dan pantang menyerah meskipun banyak sekali musibah dan halangan untuk mengejar sebuah kebahagiaan. Ketegaran dan kerja kerasnya lah yang patut kita contoh agar dapat mencapai semua kebahagiaan kita. Disisi lain, film ini juga mengajarkan kita, betapa susahnya berumah tangga, jadi kita jangan menganggap enteng sebuah permasalah rumah tangga. Kesetiaan dan pengertian istri kepada suaminya lah yang sangat diharapkan agar terjadi rumah tangga yang harmonis. Jangan karena masalah ekonomi, kita meninggalkan begitu saja orang yang kita cintai. Bukankah menikah itu adalah bersedia hidup bersama walaupun susah, sedih, dan bahagia?

Semoga review film ini menjadi sesuatu yang dapat menggugah motivasi anda, agar lebih afdholnya kita menonton langsung film ini (^_^)

Kategori:kisah kisah..
  1. alley28
    Maret 6, 2011 pukul 11:00 am

    cerita bagus nic, dimana saya bisa dapat cdnya??

    • pyok
      Maret 17, 2011 pukul 8:22 am

      wah anda tertarik ya? ini saya kasih link downloadnya, kalo cd saya kebetulan tidak tahu, saya dapat film itu dari teman saya.

      klik disini buat download “Pursuit of Happines”

  2. Juli 23, 2012 pukul 12:57 am

    Mantap kayaknya mas..
    Reviewnya membuatku ingin melihat filmnya..😀

    Aku tonton dulu ya mas,,🙂
    biar gantian nanti yang cerita ke orang lain..😀

    Terima Kasih

    • pyok
      Juli 28, 2012 pukul 2:18 pm

      mantap mas🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: