Beranda > opini dan kritik > Hal “Bodoh” yang harus dihilangkan Indonesia dan Hal “Pintar” yang harus dibangkitkan Indonesia

Hal “Bodoh” yang harus dihilangkan Indonesia dan Hal “Pintar” yang harus dibangkitkan Indonesia

Sebelumnya pembaca harus tahu, bahwa manusia diciptakan paling sempurna diantara makhluk yang lain oleh TUHAN. Diberikannya akal pikiran dan nafsu, manusia dituntut agar mampu mengendalikan sifat sifatnya sendiri. Ini berarti, manusia dihadapan makhluk yang lain adalah paling sempurna. Jadi dalam tulisan ini saya tidak bermaksud “membodohkan” siapa siapa. Karena ini tanggung jawab kita sendiri sendiri sebagai manusia, dan kita tidak patut mengejek hasil ciptaanNYA.🙂

Indonesia merdeka sudah lebih dari 60 tahun lamanya, ini berarti negara kita adalah negara yang berkembang. Negara kita adalah negara yang terkenal dengan keramahan penduduk serta sifat yang berbeda dari negara maupun bangsa yang lain. Kita telah membawa nama yang baik oleh orang orang asing yang pernah berkunjung di Indonesia. Seiring bergantinya tahun, berkembangnya zaman, semakin majunya teknologi, dan semakin terbukanya Indonesia menerima kebudayaan dari luar, saya rasa Indonesia berbeda dengan yang dulu. Berikut ini adalah beberapa opini dan tips dari saya tentang sifat sifat dan kebiasaan masyarakat kita (Indonesia) saat ini  :

1. Membodohkan orang lain padahal belum tentu dirinya lebih pintar daripada yang dibodohkan. Kebanyakan orang – orang sekarang bilang goblok, bodoh, tolol, kepada orang orang yang tidak bisa menguasai bidang atau melakukan kesalahan yang mungkin belum tentu dia yang melakukannya. Kata kata goblok, bodoh, tolol, seolah olah menjadi kata yang biasa dikatakan dan lazim digunakan. Padahal menurut saya, kata kata tersebut dapat menurunkan semangat optimis dalam diri seseorang. Ini jelas berbanding terbalik dengan ciri khas Indonesia yang menghargai dan menghormati orang lain, sudah menyesal pernah membodohkan orang lain?

2. Suka mengulur waktu. Jam karet selalu menjadi kebiasaan kita, acaranya jam 7 pagi mulainya jam 8, soalnya yang datang juga jam 8. Ini kebiasaan yang menurut saya paling banyak ditemui dan seakan menjadi hal yang sangat biasa. Mari kita biasakan untuk lebih disiplin terhadap waktu, karena waktu menentukan masa depan kita juga. Kalo perlu, jam dinding, jam tangan, jam di hape, semuanya dicepetin 15 menit, jadi biar kita bisa antisipasi saat terlambat. Ini juga dapat melatih kedisiplinan kita.

3. Meremehkan Sesuatu. Kebiasaan ini memang tidak dimiliki oleh kebanyakan orang pada umumnya, namun menjadi sesuatu yang sangat berbahaya. Karena meremehkan sesuatu adalah suatu kelengahan kita untuk menuju kehancuran. Kita biasanya tidak memperdulikan hal – hal yang kita anggap mudah, kita lebih menganggap yang sulit untuk dicapai daripada apa yang sudah kita capai selama ini.

4. Mengikuti tren “bukan ” Membuat tren. Inilah kebiasaan Indonesia yang memprihatinkan. Kita adalah bangsa yang mempunyai beragam budaya dengan kekayaan alam yang melimpah, seharusnya bisa menjadi pusat trend di seluruh dunia bukan mencontoh dan meniru tren negara lain. Mari kita biasakan untuk menciptakan sesuatu yang lebih kreatif dan unik dari yang lain, sehingga kita tidak perlu mencontoh dan meniru tren maupun kebudayaan yang ada di luar.

5. Mementingkan KUANTITAS daripada KUALITAS. Kebiasaan ini yang menurut saya paling buruk di Indoneisa, dari sepengetahuan saya, kebanyakan orang Indonesia suka sekali dengan materi / barang yang memiliki kuantitas yang banyak namun murah dan terjangkau, tidak memperhatikan kualitas yang akan dipakai. Padahal, sebenarnya kualitas lah yang perlu ditingkatkan dahulu, setelah kualitas tercapai, maka kuantitas baru boleh diperhitungkan.

Itulah 5 kebiasaan buruk masyarakat Indonesia yang menurut saya adalah sesuatu yang memprihatinkan, namun bukan berarti saya manusia sempurna, saya juga tentu saja bisa salah, saya akan memulai dari diri sendiri untuk mengubah kebiasaan itu. Kebiasaan itu bisa kita rubah sedikit demi sedikit sehingga dapat membuat negara kita lebih maju tentunya karena tercapai masyarakat yang pintar, disiplin, dan makmur. Namun selain kebiasaan buruk, ada juga kebiasaan baik yang seharusnya kita bangkitkan, kita pertahankan, dan kita kembangkan karena ini merupakan ciri khas Indonesia yang dapat dikenang atau ditiru oleh negara lain, berikut diantaranya :

1. Membiasakan mengucapkan “terima kasih”. Anda pernah ke restoran atau warung, mengucapkan terima kasih kepada pramusaji yang mengantarkan makanan anda? saya yakin 70% menjawab jarang, bahkan ada yang menjawab tidak pernah. Inilah yang harus kita biasakan untuk mengucapkan kata ajaib “terima kasih”. Sekedar 2 kata saja, namun efeknya seperti menghipnotis  seseorang, ucapan terima kasih dapat membuat orang yang menolong atau membantu anda menjadi senang dan ikhlas membantu anda. Terima kasih juga dapat memberikan semangat, “Wah aku dihargai orang itu, aku harus berikan yang terbaik buat mereka”. Mari kita membiasakan terima kasih mulai dari sekarang.

2. Membiasakan mengucapkan “Tolong”. Ini adalah kata yang ajaib kedua setelah “terima kasih”. Ya! TOLONG, kata ajaib ini bisa anda coba saat memerintah seseorang, misalkan : “Bro Tolong ambilkan bolpoin gue donk dibawah”. Maka dengan senang dan cepat mereka akan menolong anda. Prinsipnya sama dengan terima kasih, karena dengan anda mengucapkan kata tolong pada seseorang yang anda minta bantuan, maka akan seoalah olah menjadi HIPNOTIS untuk memerintahnya dengan senang dan tulus. Namun dengan garis bawah, minta tolong bukan alat untuk memperalat seseorang untuk menyelesaikan tugas kita. Hehehehe ^^

3. Gotong Royong. Jadi inget pelajaran PPKN waktu Sd dulu, gotong royong adalah sebuah simpati kita untuk ikut serta merasakan dan membantu orang lain yang dikerjakan bersama sama sehingga membuat pekerjaan menjadi lebih mudah.  Sudah lupa kan? kebiasaan ini mungkin masih terasa melekat di pedesaan, namun seiring majunya teknologi di daerah daerah perkotaan menjadi sesuatu yang asing bagi mereka. Sebagai contoh, di sebuah perumahan elite di daerah pekotaan, apabila ada tetangga mereka yang meninggal. Maka dengan cuek dan tidak berdosa tidak mempedulikan tetangganya untuk membantu dan menghibur tetangganya yang sedang berduka. Ini berbanding terbalik dengan di daerah pedesaan, jarak 2 km pun jika ada tetangga desanya yang mempunyai hajat, maka akan berduyun – duyun membantunya.

MARI KITA HILANGKAN KEBIASAAN YANG TIDAK PERLU, DAN MEMBANGKITKAN KEBIASAAN YANG MENJADI CIRI KHAS INDONESIA….

Kategori:opini dan kritik
  1. Januari 11, 2011 pukul 11:56 am

    Oke deh, setuju

    • pyok
      Januari 12, 2011 pukul 3:43 pm

      terima kasih,,,,,🙂

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: