Beranda > opini dan kritik > Dimana “MATA” sebuah PSSI?

Dimana “MATA” sebuah PSSI?

Sepak bola adalah olahraga yang banyak di minati oleh orang banyak, baik itu dari kalangan muda, tua, maupun anak – anak. Bahkan sekarang para wanita pun mulai ikut fanatik terhadap olahraga yang satu ini. Tidak seperti ciri khas budaya timur khususnya Indonesia yang terkenal dengan keramahannya, tapi tidak dengan sepak bola di Indonesia.

Seperti yang telah kita ketahui, kelakuan para suporter, anarkisme, pembakaran, pengrusakan, dan penghancuran alat alat dan fasilitas seakan menjadi sebuah pemandangan yang biasa oleh para suporter sepak bola di Indonesia. Indonesia seakan membiarkan image Indonesia memang khas dengan kekerasan sepak bolanya. Tapi dibalik itu semua, tidak kalah hebohnya adalah kebiasaan para mafia sepak bola untuk melakukan penyuapan dan pengaturan skor pertandingan. Meskipun kejadian ini sering tidak terungkap (lebih tepatnya tidak diungkap), namun banyak pihak yang telah berpendapat ini adalah sebuah tradisi untuk memiliki sebuah tahta bahkan kampiun dalam sepakbola. Main mata terhadap lawannya, menyuap wasit pertandingan untuk membela timnya, adalah hal yang biasa. Siapa yang lebih “banyak” memberikan, maka dia yang akan menang.

PSSI merupakan paguyuban atau lembaga yang menangani semua kegiatan sepakbola yang ada di Indonesia. PSSI merupakan pihak disiplioner yang berhak memberikan hukuman hukuman terhadap team atau kelompok sepak bola yang menyalahi aturan yang ditetapkan oleh PSSI. Tapi pertanyaannya sekarang adalah, apakah PSSI bekerja sesuai dengan visi dan misinya? apakah sesuai dengan harapan kita?

Sebenarnya banyak sekali kejadian kejadian yang HARUS diungkapkan, namun kejadian yang tampaknya harus diperhatikan adalah kejadian yang baru saja terjadi akhir akhir ini. Seperti yang kita lihat di berita cetak maupun elektronik, setiap minggu atau mungkin setiap pertandingan, the Jakmania atau suporter fanatik Persija jakarta berkali kali melakukan ulah dan kericuhan terhadap beberapa suporter lain. Mereka menghadang dan melempari suporter lainnya, bahkan ada yang membunuh suporternya sendiri gara-gara tidak menggunakan atribut persija. Namun, tidak ada tindakan tegas dari PSSI, ini berlawanan dengan keputusan tegas PSSI untuk menghukum Bonekmania Suporter Persebaya Surabaya. Seharusnya PSSI mengambil tindakan dan tidak terkesan “pilih kasih” terhadap setiap pihak yang melakukan pelanggaran.

Lain lagi dengan pertandingan 8 besar semifinal Liga Joss Indonesia, yang mempertemukan Persibo Bojonegoro dengan Deltras Sidoarjo pekan lalu. Pertandingan yang disiarkan langsung oleh stasiun swasta itu terlihat bahwa wasit terkesan membela Deltras Sidoarjo, banyak pihak yang menyebutkan, wasit telah disuap dan lebih memilih untuk lebih memihak pada Deltras, terlihat dengan dikeluarkannya kartu merah kepada pihak persibo dan menghadiahkan 2 kali penalty terhadap Deltras. Sehingga menyebabkan kekalahan pada Persibo Bojonegoro. Tapi apa yang dilakukan PSSI? PSSI malah menghukum Persibo untuk membayar denda sebesar 25 juta kepada PSSI. Dimana matamu PSSI? Kita hanya butuh kejujuran dan keadilan. Semoga Sepak Bola Indonesia semakin maju. Salam Olahraga

Nb : Tulisan diatas merupakan opini, apabila ada pihak yang tidak berkenan terhadap tulisan saya. Saya mohon maaf, ini untuk kemajuan dunia sepak bola Indonesia.

Kategori:opini dan kritik
  1. Mei 28, 2010 pukul 9:30 pm

    Bener Dhi, mripate PSSI njaluk dikrek ukrek ben padang.

    • pyok
      Juni 7, 2010 pukul 8:59 pm

      iyo mas, ayo diukrek2 bareng,ahahahah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: