Arsip

Archive for Maret, 2010

Hari yang lumayan sial..

Maret 19, 2010 Tinggalkan komentar

Hari itu jum’at, tanggal 19 maret 2010, aku mengawali hari hariku seperti biasa, sampai pada satu waktu setelah aku kuliah SIG (Sistem Informasi Geografi) berakhir, aku pun meluncur keluar ruangan. Waktu itu pukul 08.45 WIB, sangat nanggung kalo dibawa pulang. Untuk mengusir rasa penat dan bosan setelah kuliah aku memutuskan untuk masuk ke Laboratorium Sistem Informasi atau lebih dikenal dengan LabSI.

“Lumayan Sial” berawal dari saat aku mencoba untuk mengakses internet dari komputer client milik LabSI. Sudah PW (Posisi Wenak), eh timbul perasaan yang membuatku jengkel karena tiba – tiba pihak pusat komputer memutus jaringan. itu adalah sial pertama.

Setelah menunggu beberapa lama, aku melihat temanku yang sedang menggunakan laptop dan ternyata bisa, oww kesimpulannya kalo pake laptop bisa tow, aku coba ah. Setelah menyalakan laptop, aku nyalakan wifi. aku coba beberapa hotspot, dan ternyata hasilnya NIHIL, tetep gak bisa. ancuuurrr… sial kedua muncul.

Akhirnya aku putuskan untuk pulang saja dari sana, sesampai di jalan, perutku tak dapat  menahan lapar, karena dari tadi pagi belum makan. Kutepikan sepeda motorku ke warung yang jadi langgananku kalo siang hari. wuihh ternyata banyak juga pengunjungnya. Aku antri satu persatu, dengan sabar kutunggu, sekitar 12 menit aku menunggu, kini giliran 1 antrian di depanku. Setelah orang didepanku selesai, aku segera pesan, tapi apa jawaban penjual itu? “nasinya habis dek, belum masak lagi” aku bagai raja yang penuh murka, meninggalkan orang itu tanpa senyum dan berkata sedikitpun, “kenapa gak bilang daritadi buk, tau gitu aku gak antri selama itu” kesalku dalam hati. itu sial ketiga muncul.

Terakhir, dan yang paling membuatku selalu teringat adalah ketika perjalanan pulang ke kontrakan, aku melaju sepeda motorku dengan kencang karena waktu itu hari jum’at dan masjid pun sudah terdengar suara adzan. dari sebelah kiri jalan, kulihat dari jauh seorang bapak tua sedang berdiri, namun dia menoleh kearah membelakangiku, aku kira dia tidak akan menyebrang, tapi begitu sepeda motorku sudah dekat dengan jarak orang itu, orang itu justru menyebrang dengan seenaknya, wess.. dan begitu aku tau orang itu menyebrang, reflekq langsung bekerja dan membelokkan sepeda motorku secara zig zag, huffhh untung aja gak kena…

Tapi meskipun aku sial, aku dapat pelajaran yang sangat berharga, bahwa aku harus bisa bersabar. alhamdulillah aku udah diberikan keselamatan dan rezeki dari ALLAH. terima kasih ya ALLAH kau telah menjagaku. ^_^

Kategori:daily actifity

KISAH YANG SANGAT MENYEDIHKAN.. (SUMPAH!!)

Maret 18, 2010 33 komentar

“Sepasang suami isteri – seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah sewaktu bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan cantik berusia tiga setengah tahun. Sendirian ia di rumah dan kerap kali dibiarkan pembantunya karena sibuk bekerja di dapur. Bermainlah dia bersama ayun-ayunan di atas buaian yang dibeli ayahnya, ataupun memetik bunga dan lain-lain di halaman rumahnya.

Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dan ia pun mencoret lantai tempat mobil ayahnya diparkirkan mobil1.jpg, tetapi karena lantainya terbuat dari marmer maka coretan tidak kelihatan. Dicobanya lagi pada mobil baru ayahnya. Ya karena mobil itu bewarna gelap, maka coretannya tampak jelas. Apalagi anak-anak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.

Hari itu ayah dan ibunya bermotor ke tempat kerja motor.jpgkarena ingin menghindari macet. Setelah sebelah kanan mobil sudah penuh coretan maka ia beralih ke sebelah kiri mobil. Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari oleh si pembantu rumah.

Saat pulang petang, terkejutlah pasangan suami istri itu melihat mobil yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran yang masih lama lunasnya. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, Kerjaan siapa ini !!! . Pembantu rumah yang tersentak engan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar. Mukanya merah adam ketakutan lebih-lebih melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan Saya tidak tahu..tuan. Kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan? hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata Dita yg membuat gambar itu ayahhh.. cantik kan! katanya sambil memeluk ayahnya sambil bermanja seperti biasa.. Si ayah yang sudah hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon di depan rumahnya, terus dipukulkannya berkali-kali ke telapak tangan anaknya . Si anak yang tak mengerti apa apa menagis kesakitan, pedih sekaligus ketakutan. Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya.

Sedangkan Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan. Pembantu rumah terbengong, tidak tahu harus berbuat apa Si ayah cukup lama memukul-mukul tangan kanan dan kemudian ganti tangan kiri anaknya. Setelah si ayah masuk ke rumah diikuti si ibu, pembantu rumah tersebut menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar.

Dia terperanjat melihat telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka-luka dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiramnya dengan air, dia ikut menangis. Anak kecil itu juga menjerit-jerit menahan pedih saat luka-lukanya itu terkena air. Lalu si pembantu rumah menidurkan anak kecil itu. Si ayah sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah. Keesokkan harinya, kedua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu ke majikannya. Oleskan obat saja! jawab bapak si anak.

Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si ayah konon mau memberi pelajaran pada anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga begitu, meski setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. Dita demam, Bujawab pembantunya ringkas. Kasih minum panadol aja , jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Dita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Dita terlalu panas. Sore nanti kita bawa ke klinik.. Pukul 5.00 sudah siap kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Dokter mengarahkan agar ia dibawa ke rumah sakit karena keadaannya susah serius. Setelah beberapa hari di rawat inap dokter memanggil bapak dan ibu anak itu. Tidak ada pilihan.. kata dokter tersebut yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong karena sakitnya sudah terlalu parah dan infeksi akutIni sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya maka kedua tangannya harus dipotong dari siku ke bawah kata dokter itu. Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan lagi.

Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si ayah bergetar tangannya menandatangani surat persetujuan pembedahan. Keluar dari ruang bedah, selepas obat bius yang disuntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga keheranan melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya. Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis. Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata. Ayah.. ibu Dita tidak akan melakukannya lagi. Dita tak mau lagi ayah pukul. Dita tak mau jahat lagi Dita sayang ayah..sayang ibu., katanya berulang kali membuatkan si ibu gagal menahan rasa sedihnya. Dita juga sayang Mbok Narti.. katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuat wanita itu meraung histeris.

Ayah.. kembalikan tangan Dita. Untuk apa diambil.. Dita janji tidak akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Dita mau makan nanti ? Bagaimana Dita mau bermain nanti ? Dita janji tidak akan mencoret-coret mobil lagi, katanya berulang-ulang. Serasa hancur hati si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung-raung dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi tiada manusia dapat menahannya. Nasi sudah jadi bubur. Pada akhirnya si anak cantik itu meneruskan hidupnya tanpa kedua tangan dan ia masih belum mengerti mengapa tangannya tetap harus dipotong meski sudah minta maafTahun demi tahun kedua orang tua tersebut menahan kepedihan dan kehancuran bathin sampai suatu saat Sang Ayah tak kuat lagi menahan kepedihannya dan wafat diiringi tangis penyesalannya yg tak bertepi, Namun., si Anak dengan segala keterbatasan dan kekurangannya tersebut tetap hidup tegar bahkan sangat sayang dan selalu merindukan ayahnya..

resapi dan renungi gan,bukan sedih/terharunya yang kita cari tapi
pengaruh positifnya kisah ini untuk kehidupan kita .

Pelajaran dari kisah di atas adalah :

1. Janganlah mendahulukan emosi, serta jangan sampai emosi menguasai kita dan menyakiti orang yang kita sayangi.

2. Janganlah menyimpan dendam dengan orang yang telah menyakiti kita, meskipun orang yang menyakiti kita itu adalah orang yang kita sayang.

3. Perhatikan orang di sekeliling anda, perhatikan orang yang kita sayang. Jangan sampai kita menyesal seperti ayah pada kisah diatas.

^_^

 

Baca juga kisah sedih lainnya >>>>>   Kisah Sedih Penyesalan Istri terhadap suaminya – Bisa dijadikan pelajaran hidup

Kategori:kisah kisah..

Hari yang Melelahkan (Balik madura island)

Maret 17, 2010 Tinggalkan komentar

Hari rabu, tanggal 17 maret 2010, hari yang melelahkan..

Setelah pulang kampung sejenak di bojonegoro, kini saatnya aku balik ke madura. Banyak cerita yang menarik pada saat aku balik ke madura. Berikut ceritanya : Cekidot…

Entah mengapa, pagi itu aku merasa sangat capek, rasa kantuk tak dapat kutahan. tapi hingga jam 8 aku masih bertahan, aku tak ingin memanjakan tubuhku sehingga nantinya tergolek lemas bersama kasur empuk, akhirnya aku putuskan untuk menyalakan komputer, yah meskipun spesifikasi komputerku gak sebaik komputer yang sekarang, tapi aku cukup bersyukur karena modem disampingnya yang membuat dia menjadi sempurna. Berselancarlah aku ke dunia maya..

Detik demi detik, menit, jam telah berlalu tanpa terasa hingga jam menunjukkan pukul 10, dalam hati aku merasa “cepet banget waktunya” rasa kantuk yang aku rasakan tadi telah hilang sedikit demi sedikit telah terobati dengan berselancar internet. akhirnya waktu udah nunjukin pukul 11.30, udah saatnya aku bersiap – siap.

Pukul 12.00 WIB tepat, aku berangkat, perjalanan lancar hingga aku sampai di kecamatan balen, dari belakang truk aku membuntuti, namun jalan sangat ramai, dalam hati “ada apa gerangan?”, ternyata disamping jalan sebelah kanan yang aku lewati, terdapat bus yang “ngguling” dan menabrak pohon, banyak warga berkerumunan ingin menyaksikan. Mungkin ini pelajaran bagi sopir dan awak bus, untuk lebih berhati – hati dan tidak ugal – ugalan.

Perjalanan aku lanjutkan, namun angin berhembus kencang, kulihat awan sedang suram, matahari tampak cemberut, mendung petang sedang menyelimuti diatas kepalaku. Kejadian yang aku khawatirkan telah terjadi, hujan perlahan rintik – rintik membasahi celana dan helmku, kuputuskan untuk segera menepi dan memasang jas hujan yang aku bawa dari rumah. Namun tak lama setelah aku pakai, hujan berhenti turun, justru cuaca panas sedang menerpaku, biar tidak malu dilihat orang, aku segera menepi lagi di pinggir jalan. Kulepas jas hujanku, dan kulanjutkan perjalanan.

Namun sial bagiku, targetku untuk sampai di madura jam 15.00 WIB, kapal ferry yang aku tumpangi sangat lemot, sehingga membuat aku terlambat mengikuti kuliah. Segera aku sms temanku, “tolong TA donk”,hahhahaahahaha…..

SEKIAN untuk hari ini.. ^_^

Kategori:daily actifity

Jangan sampai salah mengidentifikasi “Cinta”

Maret 16, 2010 Tinggalkan komentar

Ini merupakan kisah yang banyak dan sering kita dengar.. banyak orang salah mengidentifikasi dan bertanya tanya tentang perasaan dia kepada seseorang yang dekat dengan dia..

Sebagaimana telah kita ketahui.. banyak sekali macam – macam tanda jatuh cinta, diantaranya deg-deg an, salting (salah tingkah), senyam senyum sendiri (3S), dan banyak yang lain. namun kita harus waspada dan tahu bagaimana mengidentifikasinya..

Sebagai proses akhir, pertanyaannya adalah

1. apakah kita benar jatuh cinta dengan orang yang kita dekati?

2. apakah kita hanya kagum dengan orang yang kita dekati?

3. ataukah cuma nafsu dengan orang yang kita dekati?

Sangat tipis sekali perbedaan diantara ketiga pertanyaan diatas.

– Jika kita pada saat bertemu dengannya selalu tersenyum dan memandang mataorang  saat diajak bicara itu adalah tanda kita bener bener jatuh cinta

– Jika kita pada saat bertemu dengannya kita seperti ciri – ciri diatas, namun pada saat berpisah, perasaan itu sudah hilang maka, kita hanya kagum dengan orang itu.

– Dan yang terakhir, jika kita bertemu dengan orang yang kita dekati namun, pada saat dia mengajak anda bicara, anda memperhatikan hal yang lain, entah itu berupa materi atau sesuatu yang anda sukai dari dia, maka anda hanyalah nafsu.

Alangkah baiknya kita bisa mendeteksi perasaan kita, sehingga kedepan kita tidak salah langkah dalam menentukan pasangan. Semoga tulisan ini berguna dan menambah insipirasi bagi anda. Saran dan kritik selalu ditunggu.