Arsip

Archive for November, 2008

NINJA HATORI MAMPIR INDONESIA

November 30, 2008 39 komentar

Seperti yang udah kita ketahui, ninja identik dengan sosok berpakaian tertutup, membawa pedang, serta senjata mirip bintang, dan hanya terlihat matanya, suka melompat-lompat..

Bahkan sosok ninja ini banyak dipakai tokoh dalam cerita kartun seperti ninja hatori yang udah gag asing ma telinga kita..

Bisa gag ya kita jadi ninja?? nah pertanyaan bagus. Di Jepang udah lama dan bertebaran sekolah sekolah ninja.

Bagaimana di Indonesia?? Kini di Indonesia telah hadir sekolah ninja. berikut sejarah serta biografy master ninja Indonesia.

SEHARI-hari San Moon adalah pakar di bidang teknologi informasi (TI). Karena itu, saat ditemui di Jawa Pos di kompleks perkantoran Menara Batavia, penampilannya tak berbeda dengan orang kantoran di ibu kota umumnya: baju lengan panjang biru dan celana gelap terseterika rapi. “Dengan pakaian seperti ini orang tak akan menyangka ada ninja yang jalan-jalan di sini,” kata San Moon lalu tersenyum.

Di balik sikapnya yang sederhana, pria kelahiran Semarang 39 tahun lalu itu adalah sensei (guru besar) ninja. Dia penyandang Dan IX Jido Kwan yang diakui secara internasional.

Pendiri Ninjutsu Indonesia Club itu mengaku berusaha mengubah citra ninja. Yakni, dari dunia yang dicitrakan serbagelap nan misterius menjadi lebih diterima masyarakat. Sebab, ninja juga manusia. “Murid-murid saya kebanyakan juga praktisi komputer. Mereka mengenal saya melalui komunitas ini,” katanya.

Selain sebagai konsultan di bidang TI, San Moon berprofesi sebagai pengarah gaya merangkap sutradara beberapa klip video, infotainment, dan iklan di layar kaca. Di luar “kerja resmi” itu, dia mendirikan dojo (tempat latihan) yang berpusat di Cibinong, Banten. Aksinya saat menangkap anak panah yang melesat, bermain pedang, atau melempar bintang ninja juga dapat diakses di situs-situs internet seperti YouTube.

“Dulu ninja memang secret society (perkumpulan rahasia), tapi sejak 70-an sebenarnya ninja sudah membuka diri dan diajarkan di seluruh dunia,” kata pria yang menempuh pendidikan ilmu ninja di Australia itu.

Ninja berasal dari kata nin dan ja. Nin oleh orang Jepang diucapkan dalam fonetik suku kata yang khas. Jika diterjemahkan ke bahasa lain agak sulit dicari padanannya yang tepat. Nin, kata San Moon, yang juga dilafalkan sebagai shinobi, juga berarti daya tahan, perlindungan, dan pencegahan secara mental dan fisik.

Arti lain kata nin adalah inti, rahasia, atau samar. Namun, bila dilihat dari karakter huruf kanjinya, nin melambangkan “bilah (pisau, pedang)” atau “hati”. Jadi, dalam arti yang lebih luas, nin berarti “raga, jiwa, dan persepsi baik dan buruk akan selalu dalam keadaan terjaga.”

Ninja ada sejak abad ke-7 Masehi di daerah Iga, Pegunungan Togukure, Jepang. Setelah sempat dilarang di zaman Shogun Tokugawa pada abad ke-17, pada 1950 larangan itu dicabut. Salah satu aliran ninja yang dapat membuka diri dan membawa misi memperkenalkan ninja ke dunia luar adalah ahli waris generasi ke-34, Prof Masaaki Hatsumi, yang sehari-hari seorang tabib penyembuhan dan pengobatan tulang.

Hatsumi yang menguasai berbagai ilmu beladiri terus mengembangkan dan menyempurnakan teknik-teknik ninjutsu. Pada 1976-1978 ninjutsu berhasil dipublikasikan dan diajarkan ke Amerika Serikat oleh Stephen K. Hayes yang telah berguru kepada Hatsumi. Sejak itu ninjutsu berkembang pesat.

San Moon belajar ilmu ninja di Negeri Kanguru saat menempuh pendidikan di Monash University, Melbourne, Australia. Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, itu belajar di Kevin Howthorne Ninjutsu School. Setelah pulang ke Indonesia, sejak 1994 San Moon mulai mengajarkan ilmu ninja di Indonesia.

Awalnya dari kalangan yang sangat terbatas. Sekarang muridnya sudah tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia. Bahkan, di pelosok seperti Palu (Sulawesi Tengah), Pulau Belitung, bahkan Wamena dan Manokwari (Papua). “Kalau di tempat jauh mereka latihan dari bahan-bahan yang saya kirim. Lalu, saya uji tiga bulan sekali di Jakarta,” katanya.

Belajar ilmu ninja di Dojo San Moon butuh komitmen dan ketekunan. Materinya juga sesuai standar baku ilmu ninja secara internasional. Beberapa ilmu yang diajarkan di antaranya: ilmu pemurnian jiwa (seishin teki kyoyo), tai jutsu (tangan kosong), ken jutsu (pedang ninja), bo jutsu (jurus tongkat bilah), shuriken jutsu (senjata lempar), yari jutsu (tombak), naginata jutsu (jurus pedang bertongkat).

Lalu, ada kusari gama (jurus rantai dan bandul), kayaku jutsu (ilmu peledak dan pembakaran), henso jutsu (menyamar dan membaur), shinobi iri (mengintai dan menyusup), bo ryukai (ilmu strategi), cho ho (ilmu mata-mata-spionase), dan inton jutsu (meloloskan diri dan menghilang).

Menurut San Moon, ilmu ninja sebenarnya merupakan ilmu membunuh. “Karena itu, saya seleksi ketat calon murid,” katanya. Beberapa polisi dan tentara yang menjadi siswanya dilatih secara khusus dan dibedakan dengan siswa lain. “Karena mereka butuh skill yang lebih aplikatif,” ujar pria yang pernah mengajarkan beladiri di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta ,itu.

Ninjutsu, kata San Moon, bukan sekadar beladiri biasa. “Ada siasat, strategi petak umpet, dan intelijen yang sangat bermanfaat bagi kehidupan nyata,” katanya. Ilmu unik itu juga menganut jenjang sabuk, yang dimulai dari warna hijau, sampai hitam. “Kalau hanya mengejar sabuk, tiga tahun. Tapi, sebenarnya ilmu ninja itu harus dipelajari seumur hidup,” katanya.

Tak semua murid San Moon diajari teknik-teknik berbahaya. “Saya lihat dulu kepribadiannya. Ini ilmu yang sangat serius dan bisa digunakan untuk kegiatan kejahatan dan terorisme. Jadi, saya selidiki dulu latar belakangnya. Ibaratnya seperti anak sendiri,” katanya.

Namun, bagi yang sekadar suka dengan figur ninja yang keren, cool, dan hebat, San Moon oke-oke saja. “Jadi ada yang serius, ada yang ninja ‘kostum’, pura-pura ninja, atau ninja tiga hari,” katanya lalu tertawa.

Dia menceritakan pernah ada seorang yang memborong perlengkapan ala ninja di tokonya seharga puluhan juta hanya untuk dipajang di kamarnya. “Itu tipe ninja kostum, tapi ya tetap saya layani,” katanya.

San Moon memahami bahwa sebagian besar masyarakat masih terpengaruh oleh citra ninja dalam komik atau film-film. “Tapi, apa ya mungkin karena (suka) ninja terus ke mana-mana pakai baju hitam-hitam, bawa pedang, dan naik kuda,” katanya.

Figur ninja sejati justru terlihat dari sifatnya yang mudah membaur. Itulah mengapa ninja berkostum hitam jika beraksi di malam hari dan putih cerah jika begerak di siang hari.

San Moon juga menolak halus saat diminta berpose dengan memegang pisau lempar milik Jawa Pos. “Saya sedang pakai baju seperti ini. Tidak pantas. Nanti kesannya saya seperti pembunuh bayaran, Mas. Tapi, kalau lagi di dojo sih nggak masalah,” katanya sambil memeragakan cara memegang pisau lempar.

Menurut San Moon, senjata bagi ninja tak melulu berwujud pisau, bintang ninja, sumpit, atau kapak lempar. “Dengan barang keseharian kita bisa membunuh. Dengan bolpoin, KTP, dompet, atau bahkan dengan ini,” ujarnya sambil melepaskan kacamata.

Karena keahliannya yang unik itu San Moon sering mendapat order-order khas ninja. Misalnya, meneliti data perusahaan, mencari dokumen, atau melindungi klien. “Saya tidak mengejar salary (upah), tapi lebih suka aspek tantangannya. Kalau menurut saya menantang, akan saya ambil,” katanya. Beberapa kantor pengacara dan lembaga bantuan hukum pernah menggunakan jasanya.

Menjelang Pemilu 2009, San Moon juga sudah dilirik banyak tokoh dan partai politik. Bahkan, ada satu partai politik yang memintanya melatih satgas partainya dengan ilmu-ilmu khas ninja seperti beladiri, survival di air, atau menyumpit dengan bambu. “Tolong, jangan disebut nama partainya. Itu komitmen saya dengan mereka,” katanya. Partai itu memang terkenal dengan kader-kadernya yang solid dan militan.

Pengalamannya di medan-medan konflik membuat San Moon disegani di dunia pengamanan “bawah tanah”. Dia memang pernah diajak sebuah lembaga negara untuk ikut menyelesaikan masalah-masalah konflik. “Saya pernah ke Aceh, Wamena, Poso, Sampit, dan beberapa daerah lain. Tapi, soal detail apa yang saya lakukan di sana, saya tak bisa cerita,” katanya.

Ilmu ninja, kata San Moon, sangat aplikatif dalam dunia kompetisi bisnis yang semakin keras di abad ini. “Prinsipnya, bagaimana membuat kemenangan sebesar-besarnya, tapi dengan tanpa risiko. Zero risk,” katanya.

Dia mencontohkan, jika bekerja dalam sebuah perusahaan yang pemimpinnya sewenang-wenang, harus bisa mencari tahu titik lemah atau rahasianya. “Dengan begitu, jika kita dicurangi, kita sudah pegang rahasia bos kita dan menyerang balik,” katanya.

Teknik teror dan intimidasi juga diajarkan dalam level tingkat lanjut ninjutsu. “Misalnya, Anda berbuat jahat kepada saya, maka saya bisa melawan balik sampai Anda tanpa sadar ingin bunuh diri. Jadi, saya secara hukum bebas risiko,” jelasnya.

Dalam kontak fisik, seorang ninja juga penuh perhitungan. “Kalau musuh Anda preman pasar yang dengan duit seribu rupiah selesai masalahnya, kenapa harus adu jotos. Tapi, jika terdesak, kita sudah punya kemampuan. Bahkan, dengan jari pun bisa menembus kulit,” katanya sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah.

Kini San Moon sedang mempersiapkan pertemuan besar seluruh ninja Indonesia di Cibodas, Jawa Barat, pada pertengahan Desember nanti. “Saya juga sedang mengajukan proposal ke Kedubes Jepang untuk muhibah ke sana,” katanya. (el) (dikutip dari http://www.Jawa Pos.com, 30 November 2008)

Iklan
Kategori:Umum Tag:

TUGAS NUMPUK. .

November 30, 2008 Tinggalkan komentar

pufhhh.. hari minggu tanggal 30 november 2008. cuaca cerah, aku bersama darul (teman sekontrakan) lagi jaga warnet milik bos dika. 2 minggu yang lalu, asdos udah ngomel2 suruh ngumpulin tugas tepat waktu. yah yang namanya kena M (penyakit males) ngerjain tugas sedikitpun enggak, yang ada hanya ditunda – tunda.

yah, buat ngilangin stress, paling gak main travian (game online.red) ma benerin fs (maksudnya friendster.red) serta tak lupa nengok2 dikit osum.sun.

Yah apa boleh buat, nanti nglembur tugas. belum juga pakaian kotor menumpuk belum dicuci..

ada yang mau bantuin??